Dapur Tanpa Sempadan...

Khamis, 5 Januari 2012

Kasihan mentari

Bulan jadi pujaan ..


Pelangi jadi idaman..


Bintang jadi khayalan ..


Sedangkan mentari dibelakangnya,

sering jadi cercaan ..


Mereka terlupa , sapa yg mencipta mentari ?


Mereka terlupa , hijaunya bumi kerna mentari ..


Mereka langsung tidak mensyukurinya ..


Malah terus dibuai mimpi tatkala terbit dan terbenamnya mentari .


Sedangkan tika diatas kepala itulah nikmat yang tersembunyi !


Manusia oh manusia .. Bukan tak tau tapi tak nak amik tau ..


Nikmatiah sebelum diambil kembali ..


Published with Blogger-droid v2.0.2

8 komen :

Zhyzhy Chin berkata... [Reply to comment]

sungguh bermakna :) kita sering melupakan-Nya.

NighBerkz Ent berkata... [Reply to comment]

usah alpa dalam kilauan dunia

Lady Milo berkata... [Reply to comment]

matahari esok tetap ada, tapi belum tentu untuk kita...

blog-tips-kurus berkata... [Reply to comment]

Alhamdulillah... syukur kepadaNya. cuaca panas sekarang. semoga hujan sudi membasahi bumi sppk ini.. :-)

Wanda Luchmie berkata... [Reply to comment]

mudah2an ada esok untuk kita

... Wafa Awla ... berkata... [Reply to comment]

tatkala mentari rajuknya panjang ,

gelita seluruh alam

insan kan merayu

katanya pada mentari

" kalau usai hujan pun tiada

mentari tidaklah kami mengenal

pelangi "

-wafa awla -

ridzuan sujari berkata... [Reply to comment]

menikmati nikmat iman dan islam... =)

http://ridzuangjanz.blogspot.com/2011/12/contest-pesta-puisi-islam.html

JaLi AsHBuRN berkata... [Reply to comment]

Dia yang menciptakan segala-galanya, . . . .
Maha Suci Allah, Tuhan Seluruh Alam, . . . .

Related Posts with Thumbnails

Peringatan



Ini adalah blog peribadi.Sebarang pendapat yang saya luahkan di sini adalah dari saya sendiri ,tidak melibatkan mana mana pihak kecuali jika saya letakkan nama pemiliknya.

Sebarang PRINT SCREEN terhadap blog ini adalah dilarang kecuali atas keizinan tuan punya blog. Tuan punya blog tidak teragak agak mengambil tindakan undang undang jika hak persendirian ini dicabuli.

Pendapat penulis tidak semestinya kekal .

Terima Kasih ..

BEN ASHAARI